Skip to main content

Air Terjun Woloan Di Kota Tomohon

Potensi Tujuan Wisata Baru, AIR TERJUN WOLOAN di Kota Tomohon

Kota Tomohon seolah menjadi surga tujuan wisata alam terbaik di Sulawesi Utara. Dengan di anugerahi alam yang luar biasa dari Yang Maha Kuasa, Tomohon berkamuflase menjadi surga dengan limpahan pemandangan alam yang indah dan menawan. Terdapatnya Gunung Lokon sebagai salah satu ikon kota, turut memberikan sumbangan struktur alam yang memukau.

Air Terjun Woloan, Tomohon

Terdapatnya banyak tempat wisata alam di Kota Tomohon menjadi bukti keindahan alamnya. Ada yang sudah dikenal luas, bahkan ada juga yang belum dikenal karena belum banyak mendapat sentuhan. Salah satunya adalah keindahan alam Air Terjun di Woloan, yang diyakini masih cukup alami karena belum banyak mendapat perhatian. Sentuhan yang terlihat lebih dikarenakan pembangunan infrastruktur irigasi untuk keperluan pertanian.

Air terjun ini terbentuk secara alami sama seperti air terjun lainnya. Berada di kompleks persawahan Kelurahan Woloan, air mengalir datangnya dari mata air dan arus luberan air dari persawahan di perbukitan belakang pemukiman Kelurahan Woloan 2 di Kecamatan Tomohon Barat. Tinggi jatuhan air terjun ini kurang lebih 20 meter. Saat musim hujan akan sangat deras jatuhan airnya, sedangkan saat curah hujan menurun airnya masih tetap ada meski tak sebanyak musim hujan.

Pemandangan yang indah dari Air Terjun Woloan

Air terjun ini sudah dikenal oleh masyarakat disekitar, terlebih masyarakat kelurahan-kelurahan yang ada di Woloan, Tomohon Barat serta masyarakat kelurahan Kayawu, Tomohon Utara. Berada di area persawahan antara kedua daerah tersebut membuat animo pengunjung tertarik datang dan mengabadikan foto. Biasanya banyak yang datang di pagi hari dengan aktivitas berolahraga baik jalan sehat atau lari pagi, untuk kemudian melanjutkan ke tempat ini beristirahat sambil gemuruh air terjun.

Air Terjun Woloan memang tidak setinggi dengan air terjun di daerah lainnya, karena memang terbentuk dari struktur bukit yang tidak terlalu tinggi. Banyaknya arus air dari bagian bukit sehingga membentuk air terjun dengan arus jatuhan air yang cukup deras. Banyak masyarakat berani membersihkan badan atau mandi disini karena kondisinya yang memang tidak terlalu berbahaya. Hanya saat hujan deras harus tetap mewaspadai potensi bahaya seperti longsoran.

Warga menikmati suasana gemuruh air terjun (facebook.com/ivone.tumbel)

Tempat ini masih belum banyak diketahui orang, meski beberapa masyarakat selain mengabadikan foto disini dan membagikannya di medsos. Bahkan sudah ada beberapa konten youtube tentang air terjun ini. Perhatian pemerintah tentu menjadi alasan promosi-promosi kecil masyarakat agar mendapatkan sentuhan dalam rangka penataannya menjadi lebih baik.

Bukan tidak mungkin Air Terjun Woloan bisa menjadi daerah tujuan wisata baru di Kota Tomohon apabila diseriusi pemerintah untuk dilakukan penataan dan pemugaran. Hal ini tentu saja akan menambah kedatangan kunjungan wisatwan baik dari daerah Tomohon atau Sulawesi Utara tapi bisa dari luar daerah. Dampaknya bisa kita tahu, akan terjadi aktivitas perekonomian yang mengangkat pendapatan daerah dan secara langsung dirasakan juga oleh warga.

(youtube/SantiGoni)

Perbaikan infrastruktur umum di sekitar air terjun bisa jadi langkah awal demi kemudahan akses lokasi, kemudian dengan sedikit penataan area menjadi bersih dari rerumputan, dan sedikit promosi pemerintah akan sangat berguna. Perlu juga partisipasi berkelanjutan bagi warga dengan promosi-promosi medsos dan berharap tetap menjaga keasrian dan ke-alamian tempat ini. Keseriusan adalah modal awal penting sehingga diperlukan kerjasama dan sinergitas antara masyarakat dan pemerintah.

Tahun ini baru diselenggarakan festival TIIF 2022 di Kota Tomohon, festival bunga yang menjadi agenda internasional kebanggaan warga Kota Tomohon ini menjadi ajang promosi keberadaan wisata florikultura yang memberikan pengaruh besar bagi keberadaan sektor pariwisata lainnya. Sperti hotel, rumah makan, destinasi wisata dan lainnya. Semoga di kemudian hari, Air Terjun Woloan juga dapat menjadi daerah tujuan wisata yang turut menunjang kepariwisataan di Kota Tomohon.

Comments

Popular posts from this blog

DLKr / DLKp : Daerah Lingkup Kerja (DLKR) / Daerah Lingkup Kepentingan (DLKP)

Daerah Lingkup Kerja (DLKR) Pelabuhan / Daerah Lingkup Kepentingan (DLKP) Pelabuhan foto : Pelabuhan Penyeberangan Amurang Pelabuhan adalah salah satu fasilitas publik yang dimanfaatkan dalam rangka menunjang pengembangan perekonomian dan perdagangan nasional. Perencanaan yang tidak tepat terhadap pelabuhan akan berakibat pada in-efisiensi layanan kepelabuhanan. Perundangan terkait pelayaran dan kepelabuhanan mewajibkan pelabuhan untuk memiliki Rencana Induk Pelabuhan, serta dalam menunjang efektifitas serta efisiensi penyelenggaraan pelabuhan maka perlu untuk menyusun  Daerah Lingkup Kerja (DLKR) / Daerah Lingkup Kepentingan (DLKP). DLKr / DLKp merupakan salah satu hal yang harus menjadi perhatian dalam pengelolaan suatu pelabuhan.  Rencana Induk Pelabuhan merupakan pengaturan terhadap ruang pelabuhan dalam rangka perencanaan tataguna tanah dan perairan pada  Daerah Lingkup Kerja dan Daerah Lingkup Kepentingan.  DLKR merupakan wilayah/daerah perairan dan d...

WATU SUMANTI & WARUGA di Kayawu, Kota Tomohon

Situs Budaya "Watu Sumanti & Waruga Kayawu Masyarakat adat atau pribumi di Sulawesi Utara didominasi oleh warga suku Minahasa dengan sebaran lebih dari 30 %, sisanya merupakan warga suku Sangihe dan Talaud, suku Bolaang Monondow dan warga pendatang. Menjadi suku paling besar, suku Minahasa dibagi dalam beberapa sub-suku, yaitu Tombulu, Tontemboan, Toulour (Tondano), Tonsea, Ponosokan, Tonsawang (Tombatu), Pasan (Ratahan), dan Bantik. Seperti halnya suku lainnya di Indonesia, Suku Minahasa juga memiliki peninggalan budaya berupa situs-situs bersejarah yang telah ada sejak zaman dahulu. Diantaranya adalah Waruga dan Batu-batu bersejarah lainnya. Dari banyaknya peninggalan yang ada, Watu Sumanti dan Waruga di Kayawu merupakan salah satu bukti peradaban Suku Minahasa pada masa lalu. Watu Sumanti di Kayawu-Kota Tomohon Situs Budaya Minahasa "WATU SUMANTI" Kayawu "Watu Sumanti"  ini berlokasi di Kelurahan Kayawu, Kota Tomohon. Watu Sumanti ini terdiri dari 3 (Ti...

KABUPATEN MINAHASA SELATAN : Luas, Batas-Batas dan Pembagian Wilayah

Minahasa Selatan (googlemaps) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon pada tanggal 4 Agustus 2003 menjadi dasar terbentuknya Kabupaten Minahasa Selatan secara resmi dengan ibukota Amurang yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Minahasa. Terbentuk sebagai kabupaten baru hasil pemekaran, Kabupaten Minahasa Selatan tentu telah memenuhi syarat dari segi karakteristik pembagian wilayah baik kecamatan dan jumlah desa/kelurahan. Luas wilayah juga menjadi pertimbangan pemekaran karena unsur penting dalam rangka efektifitas dan efisiensi pelayanan pemerintahan. Luas dan Batas-Batas Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan Secara administratif Kabupaten Minahasa Selatan terdiri dari 17 Kecamatan. Dengan luas wilayah 1.456 Km2 yang membentang dari Sinonsayang sampai ke Tumpaan-Tatapaan, Kecamatan Amurang Timur merupakan daerah kecamatan yang mempunyai wilayah paling luas yaitu 142,3 Km2, sedangkan Kecamatan Motoling menjadi daerah...