Skip to main content

7 (Tujuh) Tantangan Berbangsa Dan Bernegara Indonesia

(image :.facebook.com/yyaneschlasut.alfian)

Tantangan Berbangsa Dan Bernegara Indonesia

Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan segala kemajemukan sosial didalamnya. Menjadi negara maju, berkembang dan bermartabat adalah cita-cita semua bangsa termasuk Indonesia. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut bukanlah hal mudah. Ada begitu banyak persoalan yang akan dihadapi sebagai akibat dari kemajemukan bangsa ini.

Beberapa tantangan yang harus menjadi perhatian seluruh elemen bangsa demi terwujudnya cita-cita negara, adalah sebagai berikut :

Pertama, Penguatan Persatuan Dan Kesatuan

Menjadi bangsa yang majemuk adalah anugerah bangsa Indonesia yang harus disyukuri dan dihormati. Tantangan untuk memperteguh integritas bangsa menjadi acuan pengelolaan bagi kemajemukan. Padatnya penduduk dengan sebaran tidak merata, konsep Wawasan Nusantara dalam pengelolaan otonomi di daerah menjadi tantangan dalam pembangunan Negara Indonesia. Dan tentu saja, pentingnya penguatan persatuan dan kesatuan dari pengaruh kuat globalisasi.

Disintegrasi bangsa adalah hal yang paling berbahaya, karena bisa memecah belah dan menghancurkan bangsa. Maka dari itu sangat penting pemahaman tentang toleransi dan saling menghargai sebagai bangsa yang besar dengan macam-macam karakteristik yang ada.

Pentingnya memupuk dan menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan

Kedua, Sistem Peradilan Yang Baik

Penegakan hukum harus dilaksanakan secara transparan demi tegaknya keadilan. Pelaksanaan peradilan yang baik dan professional menjadi tantangan dalam mewujudkan berkeadilannya hukum. Supremasi keadilan harus memberi kepastian dan jaminan atas hak asasi setiap manusia. Karena tiap warga negara setara dalam kacamata hukum serta mempunyai hak atas keadilan yang sama.

Keadilan hukum menjadi hal yang selalu dipergunjingkan bayak masyarakat dikalangan bawah. Ada kecenderungan dimana pemikiran masyarakat berdasarkan dengan yang banyak terjadi bahwa hukum selalu berpihak kepada masyarakat golongan atas. Keadilan rasanya sulit di dapat oleh masayarakat golongan bawah.  

Ketiga, Politik Bernafaskan Demokrasi

Politik bernafaskan demokrasi hendaknya ditunjang oleh kehidupan politik yang baik dan sehat, dimana saling menghargai perbedaan politik, perilaku santun, mengedepankan kedamaian, serta jauh dari kesalahpahaman. Kepemimpinan nasional diharapkan lahir dari demokratisasi yang baik dan kuat serta adil, jujur serta efektif.

Demokrasi hendaknya benar-benar lahir dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Hal ini merupakan dasar dari pelaksanaan pemerintahan, karena pemerintahan harus lahir dari rakyat untuk mensejahterakan rakyat sendiri. Pemerintahan haruslah pro akan kepentingan rakyat.

Keempat, Perekonomian Yang Adil Dan Produktif

Keadilan dan produktifnya perekonomian menjadi harapan demi terwujudnya keberpihakan kepada rakyat. Perekonomian hendaknya berbasiskan kepada rakyat, dimana sumber daya alam bisa teroptimalkan secara terus menerus berkesinambungan. Sumber daya yang berkualitas dan berkompetensi menjadi modal demi terealisasinya perekonomian yang efektif dan produktif.

Bersama sahabat-sahabat saya
Diksar Transdar Tahun 2012

Kehidupan suatu bangsa terletak juga pada perekonomian yang baik. Perekonomian harus dilaksanakan secara merata dengan tidak membedakan tempat dengan potensi ekonominya, tapi segala tempat sektor ekonomi untuk menunjang produktifitas. 

Kelima, Toleransi Sosial Budaya Yang Beradab

Terpeliharanya nilai-nilai adab budaya membawa bangsa ini akan saling menghormati setiap keyakinan dan nilai-nilai luhur bangsa. Hal ini menjadi tantangan demi terwujudnya kebebasan berpendapat dan berekspresi  dalam keragaman budaya. Masyarakat yang beradab selalu mengedapankan terwujudnya masyarakat yang saling menghargai dan menghormati, baik sesama masyarakat ataupun antara masyarakat dengan lembaga-lembaga negara. Kualitas sumber daya manusia hendaknya mencakup naiknya mutu pendidikan, penanganan kesehatan, tersedianya sektor lapangan kerja, serta tentu saja munculnya rasa aman.

Keenam, Kualitas Sumber Daya Manusia

Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan wujud dari tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan bermutu. Kualitas sumber daya manusia bermutu harus memiliki keimanan dan ketakwaan juga mahir dan terampil dalam pengetahuan dan teknologi, punya etos kerja serta berkepribadian yang baik.

Negara harus menjamin kualitas masyarakatnya demi kepentingan bangsa. Produktifitas pembangunan di segala sektor harus ditunjang oleh sumber daya manusia yang baik demi tercapainya tujuan pembangunan dan perekonomian. Kualitas yang baik akan membawa dampak kemajuan bagi negara.

Istana Negara

Ketujuh, Globalisasi

Bangsa Indonesia harus bisa menjaga eksistensinya dalam menghadapi tantangan globalisasi. Memperkuat sumber daya negara baik manusianya maupun kelembagaan dalam tatanan kenegaraan. Segala peluang harus dimanfaatkan demi tercapainya eksistensi kemajuan  berbangsa dan bernegara.

Negara yang besar sudah barang tentu merupakan negara yang sudah siap menghadapi segala jenis tantangan global. Kedewasaan bangsa penting untuk dapat memfilter segala pengaruh baik ataupun buruk yang bisa masuk agar tercipta suasana kondusif. Kehidupan global sebisanya dapat turut mengarahkan bangsa pada kemajuan-kemajuan untuk kesejahteraan bangsa.

Comments

  1. Peran serta rakyat Indonesia merupakan hal paling utama dan penting dalam menjaga kedaulatan bangsa di segala sektor dalam rangka menghadapi tantangan.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DLKr / DLKp : Daerah Lingkup Kerja (DLKR) / Daerah Lingkup Kepentingan (DLKP)

Daerah Lingkup Kerja (DLKR) Pelabuhan / Daerah Lingkup Kepentingan (DLKP) Pelabuhan foto : Pelabuhan Penyeberangan Amurang Pelabuhan adalah salah satu fasilitas publik yang dimanfaatkan dalam rangka menunjang pengembangan perekonomian dan perdagangan nasional. Perencanaan yang tidak tepat terhadap pelabuhan akan berakibat pada in-efisiensi layanan kepelabuhanan. Perundangan terkait pelayaran dan kepelabuhanan mewajibkan pelabuhan untuk memiliki Rencana Induk Pelabuhan, serta dalam menunjang efektifitas serta efisiensi penyelenggaraan pelabuhan maka perlu untuk menyusun  Daerah Lingkup Kerja (DLKR) / Daerah Lingkup Kepentingan (DLKP). DLKr / DLKp merupakan salah satu hal yang harus menjadi perhatian dalam pengelolaan suatu pelabuhan.  Rencana Induk Pelabuhan merupakan pengaturan terhadap ruang pelabuhan dalam rangka perencanaan tataguna tanah dan perairan pada  Daerah Lingkup Kerja dan Daerah Lingkup Kepentingan.  DLKR merupakan wilayah/daerah perairan dan d...

WATU SUMANTI & WARUGA di Kayawu, Kota Tomohon

Situs Budaya "Watu Sumanti & Waruga Kayawu Masyarakat adat atau pribumi di Sulawesi Utara didominasi oleh warga suku Minahasa dengan sebaran lebih dari 30 %, sisanya merupakan warga suku Sangihe dan Talaud, suku Bolaang Monondow dan warga pendatang. Menjadi suku paling besar, suku Minahasa dibagi dalam beberapa sub-suku, yaitu Tombulu, Tontemboan, Toulour (Tondano), Tonsea, Ponosokan, Tonsawang (Tombatu), Pasan (Ratahan), dan Bantik. Seperti halnya suku lainnya di Indonesia, Suku Minahasa juga memiliki peninggalan budaya berupa situs-situs bersejarah yang telah ada sejak zaman dahulu. Diantaranya adalah Waruga dan Batu-batu bersejarah lainnya. Dari banyaknya peninggalan yang ada, Watu Sumanti dan Waruga di Kayawu merupakan salah satu bukti peradaban Suku Minahasa pada masa lalu. Watu Sumanti di Kayawu-Kota Tomohon Situs Budaya Minahasa "WATU SUMANTI" Kayawu "Watu Sumanti"  ini berlokasi di Kelurahan Kayawu, Kota Tomohon. Watu Sumanti ini terdiri dari 3 (Ti...

KABUPATEN MINAHASA SELATAN : Luas, Batas-Batas dan Pembagian Wilayah

Minahasa Selatan (googlemaps) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon pada tanggal 4 Agustus 2003 menjadi dasar terbentuknya Kabupaten Minahasa Selatan secara resmi dengan ibukota Amurang yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Minahasa. Terbentuk sebagai kabupaten baru hasil pemekaran, Kabupaten Minahasa Selatan tentu telah memenuhi syarat dari segi karakteristik pembagian wilayah baik kecamatan dan jumlah desa/kelurahan. Luas wilayah juga menjadi pertimbangan pemekaran karena unsur penting dalam rangka efektifitas dan efisiensi pelayanan pemerintahan. Luas dan Batas-Batas Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan Secara administratif Kabupaten Minahasa Selatan terdiri dari 17 Kecamatan. Dengan luas wilayah 1.456 Km2 yang membentang dari Sinonsayang sampai ke Tumpaan-Tatapaan, Kecamatan Amurang Timur merupakan daerah kecamatan yang mempunyai wilayah paling luas yaitu 142,3 Km2, sedangkan Kecamatan Motoling menjadi daerah...