Skip to main content

Dua Wajah Perjuangan Hidup

Ambisi atau Sekedar Bertahan Hidup

Bagi segelintir orang, hidup itu merupakan panggung megah untuk mengekspresikan yang namanya ambisi. Mengejar posisi, kedudukan dan jabatan bahkan pengakuan sebagai bagian mempertahankan prestise atau demi ekspektasi yang tinggi.

Sedangkan disisi yang berbeda, sebagian orang menjalani hidup bukan karena ambisi lagi, tetapi hanyalah demi sesuap nasi. Mereka yang bukannya tidak punya impian, tetapi kenyataan yang tak memberi ruang untuk bermimpi lebih jauh.

Dua Realita, tapi Satu Harapan

Begitulah kira-kira, bagaimana dua sisi perjuangan hidup sebagai dampak dari tuntutan hidup modern, pengaruh lingkungan serta beban ekspektasi yang menjadikan perjuangan untuk hidup jelas tidak ringan. Keduanya seolah berperang dijalur hidup yang sama, hanya saja medan dan senjatanya yang berbeda.

Dua realita ini menunnjukkan bagaimana semua orang sedang dan harus berjuang, meski dengan alasan dan caranya masing-masing yang berbeda. Padahal diantara keduanya, tak ada yang lebih rendah atau lebih mulia, yang ada hanya butuh kekuatan, mental kuat serta semangat menjalani.

Apa makna dari dua realitas ini?

Kesadaran, bahwa hidup tak selamanya berjalan lurus bagi semua orang. dan bahwa hidup bahkan tak cukup adil bagi semua orang. Bahwa di balik hidup nyaman orang lain, ada segelintir orang yang sedang bergulat dalam ketidakpastian.

Bahwa kesuksesan jangan sampai menjauhkan kita dari kepedulian, karena memahami perjuangan hidup orang lain merupakan bentuk paling nyata dari  sebuah arti kemanusiaan.

Comments

Popular posts from this blog

DLKr / DLKp : Daerah Lingkup Kerja (DLKR) / Daerah Lingkup Kepentingan (DLKP)

Daerah Lingkup Kerja (DLKR) Pelabuhan / Daerah Lingkup Kepentingan (DLKP) Pelabuhan foto : Pelabuhan Penyeberangan Amurang Pelabuhan adalah salah satu fasilitas publik yang dimanfaatkan dalam rangka menunjang pengembangan perekonomian dan perdagangan nasional. Perencanaan yang tidak tepat terhadap pelabuhan akan berakibat pada in-efisiensi layanan kepelabuhanan. Perundangan terkait pelayaran dan kepelabuhanan mewajibkan pelabuhan untuk memiliki Rencana Induk Pelabuhan, serta dalam menunjang efektifitas serta efisiensi penyelenggaraan pelabuhan maka perlu untuk menyusun  Daerah Lingkup Kerja (DLKR) / Daerah Lingkup Kepentingan (DLKP). DLKr / DLKp merupakan salah satu hal yang harus menjadi perhatian dalam pengelolaan suatu pelabuhan.  Rencana Induk Pelabuhan merupakan pengaturan terhadap ruang pelabuhan dalam rangka perencanaan tataguna tanah dan perairan pada  Daerah Lingkup Kerja dan Daerah Lingkup Kepentingan.  DLKR merupakan wilayah/daerah perairan dan d...

WATU SUMANTI & WARUGA di Kayawu, Kota Tomohon

Situs Budaya "Watu Sumanti & Waruga Kayawu Masyarakat adat atau pribumi di Sulawesi Utara didominasi oleh warga suku Minahasa dengan sebaran lebih dari 30 %, sisanya merupakan warga suku Sangihe dan Talaud, suku Bolaang Monondow dan warga pendatang. Menjadi suku paling besar, suku Minahasa dibagi dalam beberapa sub-suku, yaitu Tombulu, Tontemboan, Toulour (Tondano), Tonsea, Ponosokan, Tonsawang (Tombatu), Pasan (Ratahan), dan Bantik. Seperti halnya suku lainnya di Indonesia, Suku Minahasa juga memiliki peninggalan budaya berupa situs-situs bersejarah yang telah ada sejak zaman dahulu. Diantaranya adalah Waruga dan Batu-batu bersejarah lainnya. Dari banyaknya peninggalan yang ada, Watu Sumanti dan Waruga di Kayawu merupakan salah satu bukti peradaban Suku Minahasa pada masa lalu. Watu Sumanti di Kayawu-Kota Tomohon Situs Budaya Minahasa "WATU SUMANTI" Kayawu "Watu Sumanti"  ini berlokasi di Kelurahan Kayawu, Kota Tomohon. Watu Sumanti ini terdiri dari 3 (Ti...

KABUPATEN MINAHASA SELATAN : Luas, Batas-Batas dan Pembagian Wilayah

Minahasa Selatan (googlemaps) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon pada tanggal 4 Agustus 2003 menjadi dasar terbentuknya Kabupaten Minahasa Selatan secara resmi dengan ibukota Amurang yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Minahasa. Terbentuk sebagai kabupaten baru hasil pemekaran, Kabupaten Minahasa Selatan tentu telah memenuhi syarat dari segi karakteristik pembagian wilayah baik kecamatan dan jumlah desa/kelurahan. Luas wilayah juga menjadi pertimbangan pemekaran karena unsur penting dalam rangka efektifitas dan efisiensi pelayanan pemerintahan. Luas dan Batas-Batas Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan Secara administratif Kabupaten Minahasa Selatan terdiri dari 17 Kecamatan. Dengan luas wilayah 1.456 Km2 yang membentang dari Sinonsayang sampai ke Tumpaan-Tatapaan, Kecamatan Amurang Timur merupakan daerah kecamatan yang mempunyai wilayah paling luas yaitu 142,3 Km2, sedangkan Kecamatan Motoling menjadi daerah...