Skip to main content

Hasilkan Progres Nikmati Proses

Hasilkan progres, nikmati proses

Jalani Proses, Jangan Protes

Adakalanya, kehidupan adalah bukan tentang benar atau salah. Tapi soal tepat atau tidak tepat. Kehidupan membawa tiap orang dalam pilihan untuk memutuskan sesuatu dalam perjalanan hidupnya. Keputusan benar atau salah selalu menjadi perdebatan dalam diri, padahal tepat atau tidaknya sebuah keputusan yang menjadi tolok ukur sebuah langkah hidup kedepan.

Hari berganti hari, proses kehidupan akan selalu berjalan beriringan dengan langkah keputusan tiap orang. Terkadang keputusan hidup tidak selalu sama dengan kenyataan, hal mana ekspektasi tak sesuai dengan harapan. Proses ini seringlah melahirkan rasa protes dalam diri, entah pada akhirnya apakah tiap orang dapat menerimanya.

Dalam hidup, akan sulit membedakan kecewa dan bahagia. Karena pada hakikatnya, dua hal ini memiliki maksud yang positif apabila dapat dipahami. Manusia terkadang lambat memahami sehingga tak menyadari bahwa tidak semua hal dalam hidup yang tak sesuai harapan adalah kegagalan.

Ada hal-hal dalam hidup yang terasa seperti menemui jalan buntu. Seolah kenyataan tak bisa dihindari, maka mengatur kembali strategi dan mencoba sedikit merubah arah lain adalah pilihan baik untuk menyesuaikan dengan keadaan didepan.

@kasekasejoo

♬ I'll Be Right Here Waiting for You - Brendan Power

Dewasa ini, tidak semua orang mau belajar akan perilakunya. Mengeluh menjadi hal akhir ketimbang untuk berusaha menerima kenyataan. Perlulah kita, sebaiknya untuk membangun dan mengembangkan  kesadaran diri dalam mengenal jati diri dan siapakah diri kita ini.

Kesuksesesan tiap orang perlu yang namanya kedisiplinan dalam segala usaha dan dibarengi dengan doa. Agar kesemuanya itu menjadi kebiasaan maka nikmatilah segala proses kehidupan dan syukuri nikmatnya berproses.

Hasilkan progres dalam setiap langkah hidup. Buat hidup bermanfaat bagi diri sendiri dan banyak orang. Jangan merampas kesejahteraan banyak orang hanya karena dalil antrian kekuasaan. Tapi tunjukkan progres bermanfaatmu.

Mari berproses tanpa harus protes. Jalani kehidupan dengan segala daya dan upaya selayaknya hidup ini akan berlangsung selamanya. Selama masih diberi nafas kehidupan oleh Sang Kuasa, segala keinginan tetap akan bertumbuh dalam hati serta pikiran. Maka perjuangkan, jangan kalah hanya karena kata takdir.

Cintailah proses hidup, hilangkan protes demi kedewasaan, dan hasilkanlah progres sebagai wujud kehidupan ke arah yang lebih baik.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

DLKr / DLKp : Daerah Lingkup Kerja (DLKR) / Daerah Lingkup Kepentingan (DLKP)

Daerah Lingkup Kerja (DLKR) Pelabuhan / Daerah Lingkup Kepentingan (DLKP) Pelabuhan foto : Pelabuhan Penyeberangan Amurang Pelabuhan adalah salah satu fasilitas publik yang dimanfaatkan dalam rangka menunjang pengembangan perekonomian dan perdagangan nasional. Perencanaan yang tidak tepat terhadap pelabuhan akan berakibat pada in-efisiensi layanan kepelabuhanan. Perundangan terkait pelayaran dan kepelabuhanan mewajibkan pelabuhan untuk memiliki Rencana Induk Pelabuhan, serta dalam menunjang efektifitas serta efisiensi penyelenggaraan pelabuhan maka perlu untuk menyusun  Daerah Lingkup Kerja (DLKR) / Daerah Lingkup Kepentingan (DLKP). DLKr / DLKp merupakan salah satu hal yang harus menjadi perhatian dalam pengelolaan suatu pelabuhan.  Rencana Induk Pelabuhan merupakan pengaturan terhadap ruang pelabuhan dalam rangka perencanaan tataguna tanah dan perairan pada  Daerah Lingkup Kerja dan Daerah Lingkup Kepentingan.  DLKR merupakan wilayah/daerah perairan dan d...

WATU SUMANTI & WARUGA di Kayawu, Kota Tomohon

Situs Budaya "Watu Sumanti & Waruga Kayawu Masyarakat adat atau pribumi di Sulawesi Utara didominasi oleh warga suku Minahasa dengan sebaran lebih dari 30 %, sisanya merupakan warga suku Sangihe dan Talaud, suku Bolaang Monondow dan warga pendatang. Menjadi suku paling besar, suku Minahasa dibagi dalam beberapa sub-suku, yaitu Tombulu, Tontemboan, Toulour (Tondano), Tonsea, Ponosokan, Tonsawang (Tombatu), Pasan (Ratahan), dan Bantik. Seperti halnya suku lainnya di Indonesia, Suku Minahasa juga memiliki peninggalan budaya berupa situs-situs bersejarah yang telah ada sejak zaman dahulu. Diantaranya adalah Waruga dan Batu-batu bersejarah lainnya. Dari banyaknya peninggalan yang ada, Watu Sumanti dan Waruga di Kayawu merupakan salah satu bukti peradaban Suku Minahasa pada masa lalu. Watu Sumanti di Kayawu-Kota Tomohon Situs Budaya Minahasa "WATU SUMANTI" Kayawu "Watu Sumanti"  ini berlokasi di Kelurahan Kayawu, Kota Tomohon. Watu Sumanti ini terdiri dari 3 (Ti...

KABUPATEN MINAHASA SELATAN : Luas, Batas-Batas dan Pembagian Wilayah

Minahasa Selatan (googlemaps) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon pada tanggal 4 Agustus 2003 menjadi dasar terbentuknya Kabupaten Minahasa Selatan secara resmi dengan ibukota Amurang yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Minahasa. Terbentuk sebagai kabupaten baru hasil pemekaran, Kabupaten Minahasa Selatan tentu telah memenuhi syarat dari segi karakteristik pembagian wilayah baik kecamatan dan jumlah desa/kelurahan. Luas wilayah juga menjadi pertimbangan pemekaran karena unsur penting dalam rangka efektifitas dan efisiensi pelayanan pemerintahan. Luas dan Batas-Batas Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan Secara administratif Kabupaten Minahasa Selatan terdiri dari 17 Kecamatan. Dengan luas wilayah 1.456 Km2 yang membentang dari Sinonsayang sampai ke Tumpaan-Tatapaan, Kecamatan Amurang Timur merupakan daerah kecamatan yang mempunyai wilayah paling luas yaitu 142,3 Km2, sedangkan Kecamatan Motoling menjadi daerah...