Skip to main content

Kemarin Berlari Untuk Cepat Sampai, Hari Ini Cukup Melangkah Agar Dapat Menikmati Perjalanan

Air Terjun Tekaan Telu, Kota Tomohon

Setiap hari seolah terasa seperti perlombaan yang mesti dimenangkan. Dimana kita percaya bahwa, sebuah kesuksesan akan diraih dengan berlari atau bergerak lebih cepat dari orang lain agar cepat sampai tujuan.

Dalam perjalanan itu, pikiran seolah hanya tertuju pada apa yang akan dicapai. Kemajuan diukur dari seberapa dekat diri kita dengan tujuan itu. Karena hal itu, setiap hari dijalani dengan terburu-buru, seolah tak memberi ruang untuk berhenti sejenak.

Banyak hal yang kita anggap tidak mendukung tujuan sering di-abaikan begitu saja. Yang mana tanpa kita sadari, banyak momen telah terlewatkan begitu saja.

Semakin dewasa, terkadang kita memulai paham bahwa hidup tak sekedar soal mencapai tujuan. Ada banyak pengalaman hidup menjadi pelajaran berharga yang ditemukan sepanjang proses berlangsung. Dimana banyak pengalaman-pengalaman kecil justru membentuk pribadi yang lebih bijaksana.

Jangan tarukira, cuma menghayal sadiki wkwkwkkw

Beberapa pengalaman mengajarkan bahwa tak semua hal harus diselesaikan tergesa-gesa. Beberapa hal butuh waktu untuk dihargai dan dipahami. Karena kesabaran jauh memiliki nilai yang besar daripada yang kita bayangkan.

Kini, kita harus mencoba untuk tidak memaksa diri agar tetap berlari cepat. Cukup melangkah dengan ritme yang seimbang dan tenang. Agar kita dapat merasakan tiap pengalaman yang menghampiri tanpa terbebani.

Saat melangkah perlahan, kita dapat menemukan banyak hal yang dahulunya luput dari perhatian. Akan ada lebih banyak syukur atas pencapaian-pencapaian kecil, dan setiap langkah akan lebih bermakna karena dijalani dengan penuh kesadaran.

Yilfa Yuwenxia

"Dulu aku berlari agar cepat sampai tujuan, tapi kini aku sekedar melangkah agar dapat menikmati perjalanan". Bahwa ketenangan, kebahagiaan dan rezeki tidak selalu berada diakhir, tapi juga sering hadir disepanjang jalan yang dilalui.

Comments

Popular posts from this blog

DLKr / DLKp : Daerah Lingkup Kerja (DLKR) / Daerah Lingkup Kepentingan (DLKP)

Daerah Lingkup Kerja (DLKR) Pelabuhan / Daerah Lingkup Kepentingan (DLKP) Pelabuhan foto : Pelabuhan Penyeberangan Amurang Pelabuhan adalah salah satu fasilitas publik yang dimanfaatkan dalam rangka menunjang pengembangan perekonomian dan perdagangan nasional. Perencanaan yang tidak tepat terhadap pelabuhan akan berakibat pada in-efisiensi layanan kepelabuhanan. Perundangan terkait pelayaran dan kepelabuhanan mewajibkan pelabuhan untuk memiliki Rencana Induk Pelabuhan, serta dalam menunjang efektifitas serta efisiensi penyelenggaraan pelabuhan maka perlu untuk menyusun  Daerah Lingkup Kerja (DLKR) / Daerah Lingkup Kepentingan (DLKP). DLKr / DLKp merupakan salah satu hal yang harus menjadi perhatian dalam pengelolaan suatu pelabuhan.  Rencana Induk Pelabuhan merupakan pengaturan terhadap ruang pelabuhan dalam rangka perencanaan tataguna tanah dan perairan pada  Daerah Lingkup Kerja dan Daerah Lingkup Kepentingan.  DLKR merupakan wilayah/daerah perairan dan d...

WATU SUMANTI & WARUGA di Kayawu, Kota Tomohon

Situs Budaya "Watu Sumanti & Waruga Kayawu Masyarakat adat atau pribumi di Sulawesi Utara didominasi oleh warga suku Minahasa dengan sebaran lebih dari 30 %, sisanya merupakan warga suku Sangihe dan Talaud, suku Bolaang Monondow dan warga pendatang. Menjadi suku paling besar, suku Minahasa dibagi dalam beberapa sub-suku, yaitu Tombulu, Tontemboan, Toulour (Tondano), Tonsea, Ponosokan, Tonsawang (Tombatu), Pasan (Ratahan), dan Bantik. Seperti halnya suku lainnya di Indonesia, Suku Minahasa juga memiliki peninggalan budaya berupa situs-situs bersejarah yang telah ada sejak zaman dahulu. Diantaranya adalah Waruga dan Batu-batu bersejarah lainnya. Dari banyaknya peninggalan yang ada, Watu Sumanti dan Waruga di Kayawu merupakan salah satu bukti peradaban Suku Minahasa pada masa lalu. Watu Sumanti di Kayawu-Kota Tomohon Situs Budaya Minahasa "WATU SUMANTI" Kayawu "Watu Sumanti"  ini berlokasi di Kelurahan Kayawu, Kota Tomohon. Watu Sumanti ini terdiri dari 3 (Ti...

Hidup Seketika Berubah, Ketika Kita Merubah Cara Pandang

Hidup tidak pernah menjadi semakin mudah, yang ada kita semakin kuat menghadapi hidup. Hidup sering kali terasa begitu berat bukan karebna kenyataan tapi justru karena cara pandang kita. Beberapa orang menjalani situasi sama, tapi yang lain melihat peluang sedangkan disisi yang lain hanya melihat problematika. Maka disitulah sebenarnya cara pandang bekerja (cara pandang seolah menentukan arah hidup). Ketika kita melihat kebuntuan bukan sebagai akhir, tetapi sebagai pelajaran maka segalanya akan berubah. Pandangan baru memberikan ruang untuk pertumbuhan dan kekuatan yang dulu tidak kita sadari. Begitu juga dengan yang namanya rasa syukur. Saat kita mulai menghargai hal-hal kecil, hidup akan terasa bermakna untuk dinikmati tak melihat berat mudahnya untuk dijalani. Cara pandang itu mrmpengaruhi hubungan kita dengan orang lain. Jika kita melihat orang lain dengan empati, maka kehidupan bermasyarakat akan lebih damai. Satu sudut pandang yang lembut terkadang mampu untuk mengubah ko...